212 The Power of Love (2018)

212 The Power of Love (2018)

212 The Power of Love (2018), 212 The Power of Love adalah film drama religi Indonesia paling baru 2018. Film 212 The Power of Love itu disutradarai oleh Jastin Arimba yang sekaligus juga bertindak jadi produsernya. Jastin Arimba akan dibantu oleh produser lainnya yaitu Imam Saptono, Oki Setiana Dewi serta Co Produser Ustadz Erick Yusuf. Naskah skenario film 212 The Power Of Love ditulis oleh Jastis Arimba berbarengan Ali Eounia. Naskah itu disupervisi oleh Helvy Tiana Rosa, seoranf sastrawan terpenting di Indonesia.

Momen mengagumkan itu di produksi berbentuk film berjudul “212 The Power Of Love” oleh tempat tinggal produksi film Warna Pictures. Cerita narasi film itu diadaptasi dari cerita riil seorang skeptis pada agama Islam serta ia terjerat dalam perjalanan tindakan 212 di Monumen Nasional.

Tindakan 2 Desember 2016 yang lalu yang juga popular dengan arti Tindakan 212, adalah momen terpenting sebagai tonggak dalam histori umat Islam terutamanya di Indonesia. Pada tanggal itu berjuta-juta umat Islam berkumpul memadati lokasi Monas untuk menyebutkan rasa cinta mereka pada Allah SWT serta kitab Al Quran.

Sang sutradara, Jastis Arimba juga mengklarifikasi baha film itu di buat berdasar pada kenyataan serta data yang di ambil juga berdasar pada dalam momen fenomenal tindakan 212 itu. Tetapi, ada jalur narasi yang penokohannya di inspirasi dari beberapa cerita emosional berbentuk fiktif serta sangatlah menyentuh saat tindakan damai berjalan.

Film itu tidak cuma menceritakan perihal kemampuan cinta pada sesama manusia saja, tetapi dengan juga Sang Pencipta.

Pemeran paling utama dalam film itu yaitu aktor senior Fauzi Baadila. Ia bakal didampingi oleh sebagian artis memiliki bakat yang lain seperti Adhin Abdul Hakim, Asma Nadia, Ustadz Erick Yusuf, Hamas Syahid, Ronny Dozer, Meyda Sefira serta ada banyak yang lain.

Sinopsis

Film itu bercerita perihal cerita pergulatan batin seseorang tokoh bernama Rahmat. Ia berprofesi jadi jurnalis dalam suatu media terpenting. Satu saat ia memperoleh berita mengagetkan kalau sang Ibunda sudah wafat, hal itu juga sontak bikin Rahmat bergegas pulang ke kampung halaman. Dalam cerita kehidupan Rahmat, ia memanglah kerap sekali berseteru dengan sang Bapak. Bapak Rahmat di kenal jadi tokoh agama didesanya yang mempunyai watak keras serta konservatif.

Bapak Rahmat yang telah berusia itu mendadak memuuskan untuk meniti longmarch menuju Jakarta berbarengan golongan muslimin di desanya. Hal semacam ini dikerjakan jadi bentuk partisipasinya dalam tindakan 212 membela Al Quran. Berpendapat yang tidak sama dengan sang Bapak, Rahmat malah berasumsi tindakan 212 itu adalah pergerakan politik yang mengatasnamakan Islam untuk kebutuhan kekuasaan.

Lantaran Rahmat terasa iba dengan keadaan sang Bapak, pada akhirnya ia juga mengambil keputusan untuk temani sang Bapak dalam perjalanan longmarch. Perjalanan itu pada akhirnya memberi arti yang mengagumkan sampai jadi perjalanan cinta yang khusus untuk sang Bapak serta dianya.

Film “212 The Power Of Love” bukanlah bicara tentang gerakan politik atau cerita cinta umum, tetapi film itu menceritakan tentang cerita cinta yang khusus pada sesama manusia serta cinta pada Tuchannya yang dirangkai dalam peristiwa tindakan 212. Film ini dapat jadi satu diantara film yang mengisaratkan pesan damai untuk beberapa umat Islam di semua Indonesia. Maka jangan pernah ketinggal nonton film 212 The Power Of Love di bioskop paling dekat.

Jenis Film Drama, Religi
Sutradara Jastis Arimba
Penulis Jastis Arimba, Ali Eunoia, Benny Arnas (Novel)
Bintang Film Fauzi Badila, Adhin Abdul Hakim, Hamas Syahid
Produser Jastis Arimba
Produksi Warna Pictures
Tanggal Rilis Januari 2018
Durasi
Negara Indonesia
Bahasa Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *