Ini 10 Kumpulan Film Superhero yang Gagal di Produksi

Ini 10 Kumpulan Film Superhero yang Gagal di Produksi

Ini 10 Kumpulan Film Superhero yang Gagal di Produksi – Hampir setiap tahun film-film bertema superhero atau adaptasi dari buku komik dirilis di bioskop seluruh dunia. Tapi, sama dengan genre film lainnya, ada banyak produksi film adaptasi komik tersebut yang sudah masuk rencana produksi namun tidak jadi dibuat. Biasanya proyek-proyek film tersebut banyak yang “macet” pada masa pengembangan cerita filmnya. Berikut adalah sinopsis dan trailer film-film adaptasi buku komik yang tidak jadi diproduksi oleh Hollywood.

Spider-Man 4

Sutradara Sam Raimi sebenarnya masih ingin terus lanjut mengarahkan film Spider-Man setelah tiga film pertamanya. Apalagi film tentang Peter Parker tersebut sukses di dua film pertamanya. Namun, saat film Spider-Man 3 dirilis hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi dari Sony. Hal itu menjadi akhir bagi karir Sam Raimi di franchise tersebut dan juga Tobey Maguire.

Kegagalan film ketiga Spider-Man tersebut membuat Sony tidak percaya lagi kepada Raimi, sehingga rencananya untuk menggarap film keempat pun urung untuk dilakukan. Padahal, Raimi sudah menyiapkan cerita jika Spider-Man akan bertarung dengan Vulture di film tersebut. Sony mengatakan jika Vulture bukan villain yang “menjanjikan”. Beberapa tahun kemudian, Sony kemudian merilis Spider-Man: Homecoming dan The Vulture pun muncul sebagai villain.

Ini 10 Kumpulan Film Superhero yang Gagal di Produksi

X-Men: Magneto

Sudah dimulai sejak tahun 1990an, franchise X-Men merupakan salah satu franchise “tertua” dalam genre film adaptasi buku komik. Ketika 21st Century Fox memutuskan untuk membuat film X-Men Origins: Wolverine, sebenarnya mereka sudah merencanakan untuk membuat lebih dari satu film. Mereka sudah berencana untuk membuat trilogi untuk cerita itu, bahkan mereka berencana untuk membuat cerita origin karakter lainnya.

Film X-Men Origins: Wolverine merupakan film pertama dari rencana Fox tersebut. Jika sesuai pada rencana, film selanjutnya yang akan dirilis adalah X-Men Origins: Magneto. Tapi, banyak kritik pedas dilayangkan pada film solo Wolverine tersebut bahkan film tersebut disebut-sebut sebagai film yang gagal. Hasil buruk tersebut ternyata merembet ke film Origin selanjutnya dari franchise X-Men.

Superman: Flyby

Ada banyak sekali rencana proyek film yang akan dikembangkan berkaitan dengan karakter superhero Superman. Ada dua proyek film Superman yang kemudian ditinggalkan dan proses pengembangannya tidak dilanjutkan oleh pihak studio. Pertama adalah film Superman: Flyby. Pada 2002 silam, sutradara J.J. Abrams sedang mencari sebuah franchise film baru untuk digarap.

Abrams pun kemudian melirik proyek film Superman ini. Warner Bros. meminta Abrams untuk memproduksi dua film Superman yang berbeda pada saat itu, namun tidak ada satupun film yang akhirnya diproduksi. Rencana film ini kemudian kemudian dirubah oleh WB dan film Superman Returns pun akhirnya muncul.

Batman: Year One

Darren Aronofsky merupakan salah satu sutradara film indie yang sangat kreatif dan brilian. Dia berhasil menciptakan film yang membuat para penontonnya banyak memunculkan pertanyaan tentang film tersebut. Aronofsky adalah orang dibalik film Pi, Requiem For A Dream, dan The Fountain. Dia juga pernah menyutradarai film bertema tentang gulat, yaitu

The Westler.

Tantangan lain muncul bagi Aronofsky ketika dirinya ditunjuk untuk memproduksi sebuah film adaptasi komik. Dalam hal ini dia harus memproduksi film Batman: Year One, sebuah film adaptasi dari buku komik karya Frank Miller. Aronofsky bahkan sempat mendekati Christian Bale untuk berperan sebagai Batman di film tersebut, sebelum akhirnya dia hengkang dari proyek tersebut pada 2002.

Justice League: Mortal

Melihat hasil karya dari seorang George Miller terhadap film Mad Max: Furry Road, tentunya membuat banyak orang dan penonton yang berdecak kagum pada filmnya. Hal itulah yang membuat Warner Bros. memiliki ide untuk mengajak Miller menggarap film superhero adaptasi buku komik. Pada 2007, dia mendapatkan kesempatan tersebut ketika dia ditugaskan untuk menyutradarai film Justice League: Mortal.

Miller sempat mengadakan casting kepada Armie Hammer untuk berperan sebagai Bruce Wayne, Adam Brody sebagai Flash, Common sebagai Green Lantern, dan masih banyak lainnya. Jay Baruchel sendiri sudah sepakat untuk berperan sebagai villain Maxwell Lord. Entah apa yang terjadi, Warner Bros. kemudian menunda produksi filmnya pada 2008 dan mereka ingin lokasi produksinya dipindah, dari Australia menuju Kanada. Hal tersebut membuat Miller tidak nyaman. Para penulis film tersebut pun banyak yang protes dan akhirnya rencana filmnya gagal total.

Ini 10 Kumpulan Film Superhero yang Gagal di Produksi

Doctor Strange

Wes Cravern merupakan sutradara dari film adaptasi buku komik, Swamp Thing, di era 80an. Tapi, tahukah kalian Geeks jika Cravern pernah hampir menggarap film untuk Marvel Comics? Wes Cravern sendiri terkenal sebagai seorang sutradara film horror, beberapa film yang terkenal adalah seri Nightmare on Elm Street dan seri Scream.

Pada 1992, setelah filmnya yaitu Doctor Modrid dirilis, Marvel melalui Savoy Pictures menyewa jasa Cravern untuk menggarap film Doctor Strange. Namun, Savoy Pictures kemudian memutuskan untuk meninggalkan proyek film tersebut. Hampir dua dekade kemudian film Doctor Strange akhirnya jadi dibuat yang dikerjakan oleh Scott Derrickson. Derrickson sendiri memiliki latar belakang yang sama dengan Cravern, yaitu seorang sutradara film horror.

Hellboy III

Ketika film reboot Hellboy versi David Harbour dirilis beberapa bulan kemarin, banyak kritik pedas dan tajam menghiasi berbagai ulasan dari film tersebut. Bahkan filmnya sendiri bisa dibilang merugi, karena pendapatan yang diraih tidak sebesar ongkos produksi yang sudah dikeluarkan. Ada beberapa alasan mengapa film ini gagal, selain karena alasan ulasan yang buruk.

Salah satunya adalah para fans yang masih berharap jika Ron Perlman mau kembali ke perannya sebagai Big Red dan Guillermo Del Toro kembali menyutradarai filmnya. Mereka juga berharap Lionsgate untuk meneruskan film sebelumnya, dibandingkan dengan melakukan reboot. Alasan lainnya adalah adanya perbedaan sisi kreatifitas karakter antara Del Toro dan Mike Mignola, kreator Hellboy. Mignola terus memaksakan berbagai hal kepada Del Toro sampai akhirnya Del Toro menyerah.

Wonder Woman

Nama Joss Whedon mulai terkenal setelah dirinya menjadi sutradara untuk TV series legendaris, Buffy the Vampire Slayer. Berkat kesuksesan tersebut, Whedon banyak menerima pujian dan mendapatkan reputasinya sebagai sutradara yang tahu dan mampu menghadirkan sosok pahlawan perempuan yang tangguh ke dalam sebuah cerita terlepas dari adanya unsur supranatural dalam ceritanya.

Reputasi tersebutlah yang akhirnya membuat Warner Bros. merasa tertarik untuk merekrut Joss Whedon dan menggarap salah satu proyek film mereka. Joss Whedon pernah menulis screenplay film Wonder Woman pada awal 2000an dan berusaha untuk mengangkat cerita tersebut ke layar lebar. Tapi, WB kemudian memutuskan untuk meninggalkan proyek tersebut sampai pada satu dekade kemudian, WB merekrut Patty Jenkins dan meneruskan proyek yang tertunda tersebut.

Pernah membayangkan Nicholas Cage berperan sebagai Kal-El alias Superman? Hal ini hampir terjadi dalam proyek film Superman Lives. Film tersebut merupakan proyek film Superman lainnya yang sudah dipersiapkan WB untuk karakter Superman. Kevin Smith sudah ditunjuk untuk menulis filmnya dan Tim Burton sudah ditunjuk untuk menggarap filmnya.

Meskipun banyak nama beken, WB memutuskan untuk meninggalkan proyek film ini. Cerita Superman Lives sendiri rencananya akan diadaptasi dari event Death of Superman, yang pada tahun 1990an event tersebut masih membekas dan proses pengerjaan naskah skrip filmnya masih dilakukan. Film Steel yang dibintangi oleh pebasket Shaquille O’Neal sebenarnya merupakan spinoff dari film ini.

Justice League Dark

Guillermo Del Toro sukses menyutradarai dua film Hellboy, sebelum akhirnya pihak rumah produksi memutuskan untuk tidak melanjutkan trilogi yang sudah dia rencanakan. Setelah dirinya gagal menyelesaikan rencananya, WB kemudian mendekati Del Toro untuk kembali menyutradarai film adaptasi komik yang dirasa cocok untuk karakter Del Toro, yaitu Justice League Dark.

Meskipun sebelumnya Del Toro mengerjakan dua film Hellboy, yang notabene cukup horror meskipun dengan rating PG13, berbagai elemen horor dan mistisme yang ada di film Justice League Dark benar-benar baru bagi Del Toro. sang sutradara menjelaskan jika dirinya sudah menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan filmnya dan sudah menyelesaikan skripnya. Sayangnya, Warner Bros. kemudian memutuskan untuk membatalkan dan meninggalkan proyek tersebut.